 |
launcing program Craftopia Heritage |
Semarang/14 Maret 2025
LAUNCHING PROGRAM CRAFTOPIA HERITAGE di Hotel Horison Kota Lama Semarang. Jumat (14 Maret 2025). Dengan tema "Membendakan Warisan Budaya Tak Benda Melalui Pasar Seni Rupa Berkelanjutan".
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Maretha Hati Natara Foundation didukung oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dengan skema “Pendayagunaan Ruang Publik”.
Kegiatan launcing program Craftopia Heritage ini dihadiri oleh sejumlah kelompok dan komunitas-komunitas kesenian yang ada di Semarang, dinas dan instansi-instansi pemerintah, kelompok guru, sekolah dan universitas yang terlibat. Adapun beberapa komunitas seniman dari luar kota juga ikut andil dalam pembukaan launcing program ini.
Lebih dari 80 tamu undangan, yang dimana nanti dari semuanya, akan terlibat dalam pelaksanaan pameran seni rupa Craftopian Heritage yang akan dilaksanakan di bulan Mei 2025 mendatang.
Dengan mengusung 7 tema Heritage kota Semarang, para seniman nanti akan menciptakan ragam bentuk pengkaryaan kesenirupaan dengan topik “Membendakan Warisan Budaya Tak Benda Kota Semarang”. Launcing program Craftopia Heritage dibuka oleh kurator Nasional Heru Hikayat (Bandung), bersama ketua event M. Salafi Handoyo dan pendamping Singgih Adhi Prasetyo. Akan ada kurang lebih 2000 karya yang diciptakan dari ratusan seniman yang terlibat, dari mengangkat 7 tema garapan.
Program Craftopia Heritage ini dilaksanakan sejak akhir tahun 2024 berjalan, dengan runtutan event, dari kegiatan pra-event, riset, merchandising, launcing event, publikasi web, jurnal, penciptaan karya, pameran, workshop, dan event-event keberlanjutan hingga pelaksanaan di akhir tahun 2025. Pusat kegiatan Craftopia Heritage berada di Gedung Monod Diep Huis & Co, Kota Lama, Semarang.
Penentuan tempat berdasarkan, bahwa gedung tersebut mampu menghadirkan rutinitas ragam aktifitas seni. Ekosistem yang sudah terbentuk itu, diharapkan mampu mendukung program ini. Agar mudah diakses oleh publik (masyarakat umum, stakeholder, akademisi, pelaku industri kreatif, komunitas, dan media). Kolaborasi bertujuan menjadikan cagar budaya sebagai pusat kegiatan edukasi, yang berperan menggalang kreatifitas publik dalam penciptaan inovasi dan inklusi berkebudayaan. Semarang/AECITrue/Fian.